Kamis, 06 Desember 2012

Naskah Drama Bandung Lautan Api


Bandung Lautan Api
Bandung 1946
Pada tanggal 24 Maret ‘46 terjadi peristiwa yang sangat mendebarkan di Bandung yaitu yang berpuncak pada suatu malam mencekam, saat penduduk melarikan diri, mengungsi, di tengah kobaran api dan tembakan musuh. Sebuah kisah tentang harapan, keberanian dan kasih sayang dan terjadi dalam waktu tujuh jam, sekitar 200 ribu penduduk mengukir sejarah dengan membakar rumah dan harta benda mereka.. Sebuah cerita dari para pejuang kita.
Peristiwa ini dilatarbelakangi oleh kedatangan para pasukan tentara sekutu dan NICA (Netherlands Indies Civil Administration) pada 17 Oktober ’45
TKR             :“Mari kita ambil alih persenjataan ini”
Pemuda          :“Siaapp”
(Tiba-tiba pasukan Sekutu dan NICA datang dan menimbulkan sengketa)
Pasukan Sekutu  :“Akhirnya kita tiba juga di kota Bandung ini”
TKR & Pemuda    :“Apa tujuan kalian datang kemari?”
(Pasukan Sekutu tidak menjawabnya, mereka malah membuat masalah denagn pasukan TKR)
(Pada tanggal 21 November ‘45):
Tentara Sekutu  :“Kami akan memberikan ultimatum pada kalian agar menyerahkan yang telah dirampas oleh kalian bersama para pemuda”
TKR             :“Kami tidak akan menyerahkannya”
Tentara Sekutu  :“Dasar keras kepala, bukan hanya itu tapi kami juga akan memberikan ultimatum pada kalian agar mengosongkan kota Bandung bagian Utara paling lambat sampai tanggal 29 Oktober ‘45”.
Pemuda          :“Mengapa kami harus melakukannya”
Tentara Sekutu  :“Sudahlah lakukan saja!!! Toh ini juga demi keamanan kalian”
Pemuda          :“Kami tetap tidak mau!!!”
(Pada tanggal 23 Maret ’46 tentara sekutu mengeluarkan ultimatum yang kedua kalinya)
Tentara Sekutu :“Hai, para TKR kalian begitu keras kepala untuk itu kami mengeluarkan ultimatum yang kedua kalinya yang telah kami keluarkan waktu itu”
TKR             :“Sudah kami bilang, kan. Kami akan tetap pada pendirian kami dan tidak akan pernah berubah”
Tentara Sekutu  :“Jika kalian ingin selamat, maka Besok kosongkanlah kota Bandung Utara paling lambat pukul 14.00 WIB
TKR             :“Dasar kalian penjajah!!!”
(Sehari sebelum ultimatum itu pun, telah keluar perintah dari Pemerintah Pusat di Jakarta untuk mengosongkan kota Bandung Utara. Akan tetapi, markas TRI di Yogyakarta meminta sebaliknya”
(Pada saat Persiapan rencana Bandung Lautan Api terjadi pukul 17.00, mereka sudah mengetahui bahwa pasukan sekutu mengeluarkan ultimatum untuk digunkan sebagai markas mereka.)
Mayor Sumarsono :“Rencana kalian apakah sudah siap?” (dengan pandangan yang lurus ke arah meja yang ada di depan nya.
Para pemuda     :“Siap  colonel!!!. Kami sudah membuat rencana agar Pasukan Sekutu tidak dapat membawa keuntungan dari negeri parahyangan ini.” (Menjawab dengan tegas dan diwakili oleh salah satu tokoh pemuda).
Mayor Sumarsono :“Apa rencana kalian?” (disertai dengan rasa penasaran yang tinggi)
Para pemuda     :“Menurut kami sebaiknya kita membakar Bandung bagian utara, karena tempat itu akan dijadikan markas oleh mereka.”
Mayor Sumarsono :“Itu rencana yang baik. Tapi bagaimana dengan rakyat kita?”
Para Pemuda     :“Sebaiknya kita evakuasi rakyat ke bagian Bandung Selatan agar mereka selamat.”
Mayor Sumarsono :“Saya setuju dengan rencana kalian”
(Malam tiba sekitar pukul 19.00 WIB)
A.H. Nasution   :“Seger evakuasi Rakyat!!” Cepat kalian harus pergi ke Bandung Selatan.
Pemuda          :“Baik colonel.
A.H. Nasution   :“Lebih Cepat Lagi. Siapa yang rela dikorbankan untuk ikut pengeboman ke Bandung Utara?”.
Moch. Toha      :“Bung, saya dengan sukarela membakar semua yang saya punya, termasuk jantung saya demi perjuangan di tatar Parahyangan ini”.
A.H. Nasutiom   :”Baik bung, mari bergabung, hanya pemuda seperti anda yang mampu menjadi kan tatar Parahyangan ini menjadi panas dan membara”
Lalu Seluruh rakyat dan colonel A.H. Nasution pergi ke Bandung Selatan. Dan Ia mengirimkan pesan ke seluruh pemerintahan kota Bandung agar meninggalkan kota itu secepatnya.

(Keesokan harinya pada pukul 20.00 WIB, Sekelompok pemuda, berlari menuju pusat kota Paris Van Java bagian Utara. Derap derap langkah mereka terdengar, nafas yang terengah-engah pun menjadi  pengiring derap langkah mereka.)
Moch. Toha      :”Ayo kita bom tempat ini!!!”(dengan semangat dan loyalitas yang sangat tinggi)
Ramdan          :”Demi tatar parahyangan ini!!!Kita akan berjuang sampai titik darah penghabisan”
Moch. Toha      :”Berjuanglah semua!!!”
Ramdan          :”Ayo letakkan bom di Gudang senjata dan amunisi ini!!!”
Moch.Toha       :”Baik. Aku akan melakukannya demi tanah kelahiranku.”
Ramdan          :”Kobarkan semangat juang ’45!!!”

Detik-detik akan meledaknya bom itu. Semuanya menantikan kemenangan tersebut. Sirine pun mulai menghiung.
Ramdan          :”Sirine sudah mulai menghiung, pertanda sudah dimulai. Cepat aktifkan bom itu, jangan ragu bung!!!”
Moch. Toha      :”Ayo, kita mulai!!!. (Dengan penuh semangat dan perjuangan
Ramdan          :”Ayo, lempar bomnya!!!.
(DUUARRRR!!! DUUARRRR!!! DUUARRRR!!! Terdengar suara bom yang sudah dilemparkan tadi).
Bom itu pun meledak bersama pemuda pemberani Moch. Toha dan Ramdan serta Musuh mereka. Bandung yang dingin pun berubah menjadi lautan api yang menghanguskan seluruh rumah dan harta benda milik rakyat kota Bandung. MERDEKAAA!!! MERDEKAAA!!! MERDEKA!!!
     -SEKIAN-
Kesimpulan : Peristiwa ini merupakan bukti perjuangan para pahlawan dan rakyat kita demi tanah air ini yang dilakukan tanpa pamrih. Oleh karena itu kita harus mempertahankannya dengan semangat nasionalisme. Dan peristiwa ini dikenang dalam lagu “Halo-halo Bandung” karangan Ismail Marzuki yang menceritakan betapa sedihnya rakyat ketika terjadi pembumi hangusan kota kelahiran mereka sendiri dan perjuangan mereka yang rela mengorbankan segalanya.

1 komentar:

Bhagaskara adi mengatakan...

Terima kasih atas Postingannya, Sangat bermanfaat bagi saya...

Poskan Komentar